DPRD Kota Minta Surabaya Tidak PSBB Lagi

Anggota DPRD surabaya Michel Josiah


Menanggapi rencana pemberlakuan pembatas Sosial Berskala Besar (PSBB)di Surabaya Raya , Josiah Michael anggota DPRD Kota Surabaya dari fraksi PSI tidak setuju apabila dilakukan PSBB lagi di kota Surabaya. Karena menurutnya PSBB hanya akan membuat kehancuran ekonomi, selama diberlaku PSSB kamrin dampak ekonomi sangat kerasa, khususnya bagi warga kalangan menengah kebawah. Josiah lebih menekankan Tata cara penanganan yang dilakukan adalah hal terpenting.


” Beberapa usulan kami mengenai micro lockdown telah dilakukan oleh pemkot dalam versi kampung tangguh wani jogo Suroboyo. Yang perlu digenjot lagi adalah melakukan test ke masyarakat, pakai swab test jangan rapid test, karena tingkat akurasinya beda. Saya sudah usulkan untuk menambah minimal 3 mesin PCR atau kalau memang terlalu mahal, bisa menggunakan mesin modifikasi mesin test TBC yang lebih murah” kata Josiah Michael


Josiah berpendapat, pemerintah kota (Pemkot) dalam menangani covid-19 ini, seharusnya melakukan test swap sebanyak-banyaknya seperti anjuran WHO.


“Jumlah test PCR yang menjadi syarat minimal WHO adalah 1/1000 per minggu dan banyak daerah yang masih jauh dari syarat minimal tersebut termasuk Surabaya” ujarnya. 


Hal yang lain, selain penggalakan test Swab, hal yang perlu diperhatikan pemkot Surabaya yaitu masalah isolasi mandiri. Harus ada pengedukasian lanjutan terhadap warga Surabaya. Josiah melihat tata cara isolasi mandiri yang dilakukan warga selama ini, menurutnya kurang tepat, sehingga penularan masih terjadi, khusunya di keluarga pasien. 


“Selain itu, mungkin yang perlu menjadi perhatian utama pemkot Surabaya adalah masalah Isolasi mandiri, kita bisa melihat sepertinya masyarakat tidak paham mengenai tata cara isolasi mandiri yang benar, sehingga penularan dalam keluarga juga menjadi faktor yang besar” lanjutnya


Josiah mengatakan, sebenarnya yang sangat besar dalam penularan Covid-19 ini adalah para OTG, karena mereka bisa bergerak kemana saja dan menularkan ke siapa saja, tentu ini perlu menjadi perhatian khusus. Dan para OTG ini akan mudah terdeteksi apabila test swab dapat dilakukan secara masif.


“Dengan adanya test secara masif ini tentu akan meningkatkan angka positif, tapi kita tidak perlu kuatir, karena dengan di ketahui sejak dini maka bisa segera dilakukan tindakan penangananya dan kedepannya tidak akan melonjak lagi karena angka pasti penderita sudah kita dapat. Seperti di Singapura kurva menanjak tajam karena mereka melakukan test secara masif, tp kemudian bisa kita lihat kurvanya hampir flat.” Lanjutnya lagi


Josiah Michael juga mengingatkan warga untuk berdisiplin, karena saat ini dia melihat kedisplinan masyarakat sangat rendah baik dalam penggunaan masker maupun Physical Distancing.karena ini adalah kunci utama memutus mata rantai pemyebaran COVID 19

Facebook Comments