Dewan Surabaya Desak Anggarkan Dana Kampung Tangguh

Arif Fathoni anggota komisi A DPRD Kota Surabaya

Anggota dewan Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menganggarkan dana program kampung tangguh yang sudah dibentuk.

Anggaran ini guna menyokong terhada kegiatan program kampung tangguh dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebab, Ia merasa program itu tidak bisa berjalan secara maksimal bila tidak ada sokongan dana dari Pemkot.

“Ini program bagus. Makanya butuh dukungan anggaran. Komitmen itu dituangkan dalam kebijakan penganggaran dana itu. Kalau tidak dibiayai bagaimana mereka bisa melakukan operasional itu?,” terangnya pada Selasa (30/6/2020)

Thoni sapaan akrabnya mengatakan, selama ini program kampung tangguh memperoleh dana dari swadaya warga sekitar. Apresiasi kepada warga yang mau melaksanakan Kampung Tangguh harus diimplementasikan melalui anggaran dana agar program itu berjalan dengan baik.

“Kalau swadaya saja kasihan rakyatnya. Apresiasi publik harus dilakukan. Orang program itu sudah di SK kan kok. Kok engga dibantu sekalian dananya,” tukasnya.

Terkait besaran dana, Fathoni mengaku angka 5 juta rupiah perbulan untuk tiap Kampung Tangguh dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional.

“Saya rasa 5 juta perbulan untuk tiap Kampung Tangguh cukup ya. Buat operasional, konsumsi yang jaga misalnya,” terangnya.

Di tempat berbeda, Tri Bagus salah satu anggota Kampung Tangguh di daerah Bendul Merisi mengeluhkan kurangnya dukungan baik dari pendanaan atau dukungan lainnya dari Pemerintah. Ia mengatakan bahwa dalam satu bulan ini saja, kampungnya sendiri sudah menghabiskan dana sekitar 10 juta rupiah.

“Sekarang kami membuat 6 portal di gang. Sampai tiang besi penyanggah tenda yang dimiliki kampung, diubah menjadi portal. Untuk biaya portal saja sudah habis 10 juta. Belum yang lainnya,” ujarnya.

Selain itu, warga kelurahan Bendul Merisi itu juga meminta Pemkot untuk membeberkan data alamat warga yang terpapar Covid-19. Sehingga dari pihak RW maupun RT bisa mengantisipasi bila ada warganya yang terpapar Covid-19.

” Ya walaupun data tentang kesehatan itu rahasia. Tapi jangan sampai kami yang tingkat RW atau RT engga tahu kalau salah satu warga kami terpapar Covid-19. Nanti
susah kita mencegahnya,” pungkasnya.

Facebook Comments