Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim Terima Aduan Masyarakat Tentang Sekolah Daring

Reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Muzammil Syafi'i di Pondok Pesantren Nurul Anwar pada hari Senin (09/11) kemarin.

Jawa Timur – Masa Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Reses) Tahap III Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang dimulai sejak tanggal 08 November hingga 15 November mendatang diawali oleh Muzammil Syafi’i, Anggota Komisi A DPRD Jatim di Pondok Pesantren Nurul Anwar Karang Ketug, Kota Pasuruan pada hari Senin (09/11) kemarin.

Kegiatan yang dilakukan dengan mengundang 100 orang dari beberapa Kelurahan dilingkungan Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan itu tetap menerapkan Protokol Kesehatan.


Dalam kesempatan tersebut, Muzammil Syafi’i menyampaikan kinerja yang telah dilakukannya kepada para konstituennya di Kota Pasuruan terkait dengan tugas-tugas yang dilakukan oleh Muzammil di DPRD Jatim dalam kurun waktu 4 bulan terakhir ini. Kaitannya dengan fungsi membuat Peraturan Daerah, menyusun Anggaran, serta melakukan Pengawasan.


Melalui forum dialog tersebut, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim itu juga menerima keluhan masyarakat Karangketug tentang akibat dari larangan sekolah secara tatap muka dan harus tetap dilakukan secara daring atau online.


“Kami mengeluh sebagai akibat belajar di rumah, anak-anak menjadi semakin malas dan lebih banyak bermain game dari pada belajarnya. Anak-anak merasa jenuh belajar di rumah,” ujar salah satu Warga asal Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.


Di samping sistem yang dikembangkan oleh sekolah-sekolah kurang menyenangkan, juga para orang tua tidak mampu lagi memberikan bimbingan belajar di rumah dengan segala keterbatasan fasilitas dan kemampuannya. 
Muzammil menerima usulan agar segera dilakukannya sekolah dan pendidikan seperti semula dengan tatap muka dan dibimbing langsung oleh guru di sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.


Selain itu, masyakarat juga meminta agar Pemerintah dapat melakukan perbaikan ekonomi di tengah masyarakat yang terdampak Covid-19. Hal itu guna seluruh masyarakat bisa bekerja dan memperoleh penghasilan kembali setelah sekian bulan mengalami penurunan penghasilan akibat Covid-19.

Facebook Comments